Home Inspirasi Adab Malam Pertama Pernikahan dalam Islam yang Perlu Kamu Ketahui

Adab Malam Pertama Pernikahan dalam Islam yang Perlu Kamu Ketahui

673
0
SHARE
pernikahan dalam islam

Acara pernikahan telah selesai. Malam pertama pun tiba. Pasangan pengantin yang baru saja menikah akan merasakan momen malam pertama tersebut. Namun, bagaimana cara melakukannya? Apakah Anda sudah tahu adab malam pertama yang benar?

Malam pertama bukan hanya sebatas hubungan intim semata. Malam pertama sebaiknya dilakukan dengan adab yang sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad Saw.

Pasangan yang baru menikah perlu memahami dengan baik cara berhubungan intim atau jima’ yang diridai oleh Allah SWT. Cara tersebut dijelaskan dalam riwayat hadis sesuai dengan keteladanan yang dimiliki oleh Nabi Muhammad Saw.

Sebelum masuk ke adab malam pertama pernikahan, yuk cari tahu dulu apa sih definisi pernikahan itu?

Definisi, pernikahan adalah penyatuan dua lawan jenis anak Adam dalam sebuah ikatan ritual agama yang menghalalkan hubungan biologis diantara keduanya serta menyatukan keluarga keduanya.

Menurut definisi ini, tidak ada pernikahan sesama jenis, baik homosexual maupun lesbian. Pasangan pernikahan haruslah murni laki-laki dan perempuan, tidak boleh diantara keduanya (sebut saja transgender).

Pada zaman Rasulullah ada seorang banci yang waktu itu duduk di sekitar para sahabat, lalu Rasulullah mendengar dan mengusir banci itu keluar dari madinah karena banci dianggap penyakit dalam Islam.

Kemudian, poin berikutnya adalah sesame anak Adam. Jadi tidak boleh seorang manusia menikah dengan jin, tidak boleh melampiaskan kepada hewan atau selain manusia.

Poin terakhir yaitu sebuah ikatan ritual agama yang menghalalkan hubungan biologis di antara keduanya. Hal ini menunjukkan bahwa pernikahan adalah sebuah ibadah.

Tujuan pernikahan

  1. Perluasan hubungan
  2. Mendapatkan Keturunan
  3. Ketentraman
    Cari pasangan yang membuat kita tentram. Sedangkan untuk mendapat ketentraman, poin utamanya adalah cari agamanya. Bagaimana agamanya pasangan anda. Kebiasaan sebelum menikah akan dibawa sampai setelah nikah.
  4. Menjalankan perintah Allah dan RasulNya
  5. Memenuhi kebutuhan biologis
    Tujuan menikah memang untuk memenuhi kebutuhan biologis. Untuk ngobrol, tatap-tatapan, berciuman dan bercengkrama dengan pasangan.

Adab Malam Pertama dalam Pernikahan

Sekarang lanjut lagi kita bahas adab malam pertama dalam Islam. Adapun adab malam pertama dalam Islam adalah sebagai berikut.

1. Luruskan Niat

Segala sesuatu yang dilakukan selalu berkaitan dengan niat. Niat menjadi dorongan kuat untuk melakukan suatu hal, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Adapun pasangan pengantin yang menikah hendaknya meluruskan niat untuk saling menjaga kehormatan satu sama lain.

2. Berhias untuk Mempercantik Diri

Pada malam pertama, istri hendaklah mempercantik diri dengan hiasan yang menarik perhatian suami. Istri tidak diperkenankan untuk mencabuti alis, menato tubuh, menyambung rambut, dan mengikir gigi. Pakailah emas atau perhiasan lainnya.

Suami juga menghias diri dengan rapi, memakai wangi-wangian, dan membersihkan mulut. Pakailah penyegar napas agar mulut terasa segar. Suami dilarang untuk memakai emas dan sutra untuk menghias diri.

3. Sikap Lemah Lembut pada Pasangan

Pasangan akan merasa nyaman dengan sikap yang lemah lembut. Sikap ini akan menjalin suasana yang romantis dan menenangkan. Sikap lemah lembut dapat ditunjukkan dengan memberikan makanan atau minuman kepada pasangan. Dengan demikian, suasana menjadi lebih hangat dan akrab.

Adab ini sesuai dengan perkataan Asma binti Yazid yang menjelaskan tentang Rasulullah Saw. yang mengambil segelas susu untuk beliau minum, kemudian memberikannya kepada Siti Aisyah. Namun, Siti Aisyah menunduk karena malu. Asma meminta Siti Aisyah untuk menerima dan meminumnya. Siti Aisyah pun melakukannya.

4. Mendoakan Pasangan

Saat malam pertama, suami hendaklah meletakkan tangan di kening istri. Lalu, sebutlah nama Allah dan doakanlah sang istri. Doa tersebut ditujukan untuk memohon keberkahan berupa kebaikan dari Allah SWT.

5. Salat Dua Rakaat

Hadis riwayat Ibn Abi Syaibahmenjelaskan tentang seorang mantan budak belian yang mendengar nasihat dari para sahabat Rasululullah. Nasihat itu mengajarkannya untuk salat dua rakaat terlebih dahulu sebelum menggauli istri. Lalu, berdoa kepada Allah untuk memohon kebaikan dan perlindungan.

6. Berdoa Saat Berjima’

Ibnu Abbas berkata bahwa Rasulullah pernah bersabda tentang jima’, yaitu jika suami mendatangi istrinya, hendaklah ia berdoa. Doa tersebut berupa permohonan untuk dijauhkan dari setan dan menjauhkan setan dari segala rezeki yang diberikan oleh Allah.

7. Tidak Membuka Rahasia Suami Istri

Suami dan istri harus saling menghargai dengan menjaga rahasia atau aib satu sama lain. Rahasia yang dimiliki suami istri wajib untuk dijaga dengan baik. Semua rahasia dan aib ditutupi oleh Allah dan tidak pantas jika rahasia tersebut diceritakan kepada orang lain. Suami istri yang saling membuka rahasia atau aib dapat menghadapi masalah pernikahan, terutama dalam menjalin kepercayaan.

Suami dan istri harus selalu ingat sabda Rasulullah tentang larangan membuka aib. Jika itu dilakukan, suami istri tersebut diibaratkan seperti setan laki-laki berhubungan dengan setan perempuan di jalan, lalu setan laki-laki menutupi setan perempuan. Padahal, banyak orang yang menyaksikannya.

8. Wudu di Antara Dua Jima’

Suami yang telah berjima’ dengan istrinya, lalu ingin mengulanginya, hendaklah mengambil air wudu. Wudu dapat membuat tubuh lebih segar dan mengembalikan tenaga. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Muslim. Sabda itu berisi tentang adab bagi seseorang yang menggauli istrinya, kemudian ingin mengulanginya, maka berwudulah di antara kedua jima’ tersebut.

9. Mandi Bersama

Suami istri boleh mandi bersama dalam satu wadah. Mandi bersama dapat menambah suasana keintiman bagi suami istri. Apalagi hal ini dilakukan oleh Rasulullah Saw. bersama istrinya. Dalam riwayat Bukhari Muslim, Siti Aisyah berkata bahwa dirinya dan Rasulullah mandi bersama. Mereka dalam satu bejana dan dalam keadaan junub.

10. Bersenda Gurau

Pernikahan telah membuat segala sesuatunya menjadi halal dan bernilai ibadah, begitu pula dengan bersenda gurau dalam hubungan suami istri. Dengan demikian, suasana hubungan suami istri pun menjadi lebih menyenangkan.

Suami-istri dapat saling bercengkeramadi tempat tidur. Saat bersenda gurau, pasangan dapat bermesraan dengan memeluk, mencium kening, dan membelai rambut istri.

11. Diperbolehkan ‘Azl

Dalam Islam, mengeluarkan air mani di luar kemaluan istri disebut sebagai ‘azl. Hal ini pernah dilakukan oleh para sahabat pada zamannya. Dalam riwayat Bukhari Muslim dikatakan bahwa‘azl dilakukan saat Alquran masih turun dan dalam sebuah riwayat lainnya mengatakan bahwa Rasulullah Saw. tidak melarangnya. Walaupun Rasulullah tidak melarang, suami dianjurkan untuk tidak melakukan ‘azl karena dapat mengurangi kenikmatan saat berjima’.

12. Berkunjung ke Rumah Kerabat Pagi Harinya

Suami istri disarankan untuk mengunjungi kerabat pada pagi hari setelah malam pertama. Sebuah hadis meriwayatkan keadaan Rasulullah saat beliau menikah dengan Zainab.Beliau mengadakan pesta yang membuat kaum muslimin kenyang dengan roti dan daging. Lalu, beliau keluar menemui para ibu kaum mukminin (istri-istrinya) dan mengucapkan salam dan mendoakan mereka. Mereka pun menyambut salam dan mendoakannya. Beliau melakukan ini pada pagi hari setelah malam pengantinnya.

Demikianlah adab malam pertama dalam pernikahan Islam. Mudah-mudahan Anda dapat mengamalkan adab tersebut dengan baik. Semua amalan akan dihitung oleh Allah dan memberikan keberkahan bagi kehidupan Anda.

Loading...
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here