Home Tips 4 Cara Paling Mudah Menanam Hidroponik Bagi Pemula

4 Cara Paling Mudah Menanam Hidroponik Bagi Pemula

598
0
SHARE

Tanaman hidroponik merupakan tanaman jenis sayuran dan buah-buahan, yang akan sangat membantu bagi kamu penyuka buah-buahan dan sayuran. Mengapa? Karena kamu tak perlu harus membeli sayuran ataupun buah-buahan sendiri, dan hanya perlu memetiknya di pekarangan rumah kamu saja. Wah, sesederhana itukah?

Yup, benar sekali. Hidroponik itu sendiri emmang merupakan teknik yang banyak digunakan oleh masyarakat yang ingin memanfaatkan lahannya sebagai tempat dimana sayuran dan buah-buahan tumbuh. Dengan kata lain, untuk bisa bertanam sayuran dan buah-buahan, bukan berarti kamu harus memiliki kebun yang luas, karena dengan lahan yang cukuppun kamu bisa menciptakan kebun kecil sederhana namun sehat.

Lebih dari itu, cara penanaman hidroponik ini tidaklah sulit ataupun membutuhkan peralatan yang ribet. Kamu hanya diharuskan menyiapkan botol bekas, atau botol gantung sebagai media tanam. Untuk apa? Tentunya untuk tempat dimana sayuran dan buah-buahan itu akan tumbuh.

Percaya atau tidak, dari botol bekas itu, kamu bisa menumbuhkan berbagai jenis sayuran dan buah-buahan, seperti kangsung, jeruk, cabe, dll. Wah, menarik sekali bukan?

Budidaya tanaman hidroponik itu sendiri seperti yang disebutkan sebelumnya, merupakan teknik yang mudah. Kamu hanya perlu teliti dan selektif memilih botol, jenis tanah dan jenis pupuk. Dengan membiasakan diri menanam tanaman hidroponik, secara tidak langsung kamu sudah belajar hidup lebih hemat dan lebih sehat. Bermanfaat sekali bukan? Itu sebabnya, yuk, mulai belajar menanam hidroponik dengan 4 cara mudah dibawah ini:

1. Menanam Hidroponik dengan Sistem Wick

Menanam hidroponik dengan sistem wick merupakan cara yang pas dn sederhana yang bisa kamu terapkan dirumah kamu. Cara ini hanya mengharuskan kamu menyiapkan cumbu dan pot sebagai media tanam. Sumbu yang sudah kamu siapkan selanjutnya dipasang pada pot yang nantinya akan berfungsi mengalirkan nutrisi dari akar tanaman.

Untuk media tanamnya, kamu bisa menggunakan botol bekas dengan ukuran sekitar 600 ml. Untuk media taman, cukup disarankan menggunakan rockwool, dengan sumbu jenis sumbu kompor, atau jenis lainnya yang mampu menyerap air dengan baik.

2. Menanam Hidroponik dengan Teknik Larutan Statis

Teknik larutan alir juga cukup mudah diterapkan dirumah kamu. Caranya sangat sederhana, kamu hanya media tanam yang keras, agar akar tumbuh dengan sempurna. Sebenarnya, teknik ini memang teknik yang sudah lama digunakan. Yakni teknik yang menggunakan larutan statis dengan menggunakan ember, baskon, dan alat lainnya sebagai media tanam atau pot.

Biasanya, jenis teknik ini sangat berhati-hati pada cahaya matahari, sehingga menyiapkan media dengan warna yang gelap dan tidak tembus cahaya. Tujuannya adalah agar lumut tidak mudah tumbuh disekitar media tanam. Jika lumut tumbuh dan merambat, jelas hasil tanaman hidroponik tidak akan subur dan tidak akan sesuai dengan harapan.

Teknik dengan menggunakan air ini juga sengaja menggunakan larutan yang rendah agar tanaman bisa meraih oksigen dengan mudah. Untuk hasil yang maksimal, rutinlah mengganti larutan setiap minggunya.

3. Menanam Hidroponik dengan Teknik Larutan Alir

Jenis teknik ini jelas berbeda dnegan teknik larutan status. Teknis larutan statis biasanya dilakukan dengan mengalirkan larutan nutrisi yang disiapkan pada sbeuah tangki besar. Tangki besar berisi larutan nutrisi ini akan menutrisi tanaman hidroponik melalui akar tanaman. Teknik ini biasanya menggunakan parit serta logam tipis sebagai salah satu cara agar tanaman hidroponik tumbuh dan berkembang sesuai yang diharapkan.

4. Menanam Hidroponik dengan Teknik Media Pengganti

Berbeda dengan teknik sistem wick dan larutan air, teknik ini membutuhkan bahan yang lebih banyak, yakni dengan menggunakan pasir, pecahan batu, serbuk kayu, hingga sabut kelapa. Medua bahan ini nantinya akan dijadikan media tanam, sebagai cara menciptakan tanaman hidroponik yang dianggap lebih mudah. Inilah sebabnya teknik ini disebut dengan teknik pengganti, karena menggunakan bahan yang berbeda dengan teknik jenis lainnya.

Hidroponik ini biasanya diterapkan pada beberapa jenis sayuran seperti sawi, cabe, tomat, bawang, hingga strawbery. Dengan kata lain, hidroponik memang lebih banyak digunakan untuk penanaman sayur dari pada buah-buahan. Namun, apapun jenisnya, tentunya tanaman hidroponik sama halnya dengan tanaman lainnya yang perlu dirawat dengan baik.

Cara Merawat Tanaman Hidroponik 

Cara menanam hidroponik tentu saja berbeda dengan cara menanam tanaman pada umumnya. Tanaman hidroponik haruslah dinutrisi dengan baik, sehingga kamu wajib selalu memastikan bahwa larutan nutrisi pada botol atau tangki tidak kering. Selain itu, kamu juga perlu menaikkan campuran nutrisi saat nutrisi pertama habis.

Contohnya, jika nutrisi awal adalah 5ml + 5 ml + 1 lt, maka naikkanlah menjadi 6 ml + 6ml + 1 lt. Lanjutkan kebiasaan ini hingga tanaman hidroponik kamu siap panen.

Selain itu, pastikan agar media tanam kamu juga selalu bersih. Lihatlah sekitar tanaman, khawatir jika tumbuh lumut disekitarnya. Lapisi pula botol sebagai media tana, dengan kertas warna gelap mengingat tanaman hidroponik lebih baik jika tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Ragamnya jenis teknik tanaman hidroponik tentunya akan sangat mempengaruhi perkembangan tanaman hidroponik kamu. Dengan demikian, pastikan kamu memilih teknik yang memang lebih kamu kuasai dan kamu pahami. Selain itu, cocokan pula teknik yang kamu gunakan dengan ketersediaan bahan, serta iklim yang ada di sekitar ruangan yang akan kamu simpan tanaman hidproponik disekitarnya.

Metode tanaman hidroponik ini sudah terbukti ampuh dan tentunya menghasilkan kualitas sayur mayur an buah-buahan yang tak kalah bagusnya dengan sayur mayur dan buah-buahan yang ditanam dengan cara yang umum. Nah, dengan demikian, jika ada cara mudah dan hemat dalam mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan, mengapa tidak dicoba saja?.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here