Home Pengetahuan 9 Ciri-Ciri Makhluk Hidup dan Penjelasannya

9 Ciri-Ciri Makhluk Hidup dan Penjelasannya

1907
0
SHARE

Adanya makhluk hidup merupakan satu ciri bahwa ada kehidupan di bumi ini. Namun, ini tidak dapat diartikan bahwa semua yang ada di bumi merupakan makhluk hidup. Disini, jelas makhluk hidup memiliki peran yang lebih penting, dimana makhluk hidup juga mampu menciptakan benda tidak hidup yang berguna bagi kelangsungan hidupnya. Lebih dari itu, makhluk hidup jelas memiliki tanggung jawab tersendiri akan kehidupannya yang berdasar pada golongan makhluk hidup. Lalu, apa yang dimaksud dengan makhluk hidup dan golongan makhluk hidup apa yang dimaksud?.

Pengertian Makhluk Hidup

Makhluk hidup merupakan dzat yang mampu bernafas, bergerak, mampu beradaptasi, peka terhadap rangsangan, mengalami pertumbuhan dan berkembang biak. Dengan kata lain, jika sebuah dzat tidak mampu berkembang biak, tumbuh ataupun bergerak, maka dapat dipastikan itu bukan makhluk hidup.

Untuk lebih jelasnya, berikut 7 ciri spesifik dari makhluk hidup:

Ciri-ciri Makhluk Hidup

1. Bernafas

Salah satu ciri dari makhluk hidup adalah kemampuannya bernafas atau melakukan respirasi. Bernafas itu sendiri adalah proses masuk dan keluarnya udara melalui sistem pernafasan. Meski bernafas merupakan salah satu ciri dari makhluk hidup, namun setiap makhluk hidup memiliki cara bernafas yang berbeda. Contohnya, manusia bernafas dengan paru-paru, sedang tumbuhan dengan lenties dan stomata.

2. Berkembang Biak

Ciri lain dari makhluk hidup adalah berkembang biak atau sering disebut dengan reproduksi. Maksud dari berkembang biak ini adalah proses dimana makhluk hidup memiliki keturunan yang diturunkan dari gen masing-masing makhluk hidup.

Proses perkembang biakan makhluk hidup itu sendiri terdiri dari 2 macam, yakni proses generatif  serta vegetaif. Dengan kata lain, tidak semua makhluk hidup berkembang biak dengan cara yang sama. Ada yang berkembang biak dengan kawin (generatif), dan ada juga makhluk hidup yang berkembang biak dengan tidak kawin (vegetatif). Proses perkembang biakan dengan tidak kawin ini biasanya terjadi pada makhluk hidup tertentu, seperti amoeba yang berkembang biak dengan membelah diri.

3. Tumbuh dan Berkembang

Selain bernafas dan berkembang biak, ciri makhluk hidup lainnya adalah mampu tumbuh dan berkembang. Contohnya seperti bayi yang tumbuh menjadi anak, remaja, dewasa, hingga manula. Atau contoh lain, seperti pohon mangga, yang semua pendek menjadi semakin tinggi, kemudian berbunga dan berbuah. Proses tumbuh dan berkembang inilah yang menjadi ciri lain dari makhluk hidup.

4. Bergerak

Bergerak merupakan ciri lain dari makhluk hidup. Contohnya seperti ayam yang berjalan, ikan berenang, manusia berlari atau berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lainnya, dll. Dengan kata lain, maksud dari bergerak lainnya adalah melakukan proses perpindahan, atau gerakan-gerakan natural.

5. Peka Terhadap Rangsang

Ciri selanjutnya dari makhluk hidup adalah peka terhadap rangsang atau identik dengan istilah irrebilitas. Makhluk hidup itu sendiri memiliki sistem kepekaan yang berbeda dalam menerima rangsang. Misalnya, daun putri malu menutup saat disentuh, atau tumbuhan yang tumbuh mengikuti arah cahaya.

6. Membutuhkan Makanan

Untuk bertahan hidup, makhluk hidup jelas membutuhkan makanan. Adanya makanan juga akan membantu makhluk hidup mengalami proses tumbuh dan berkembang. Dengan demikian, makanan sangat penting bagi makhluk hidup.

Cara makhluk hidup itu sendiri dalam memperoleh makanannya sangat beragam. Beberapa makhluk hidup mampu membuat makanannya sendiri, atau sering disebut dengan istilah autortrof, namun beberapa jenis makhluk hidup juga mendapat makanan dari makhluk hidup lainnya, atau sering disebut dengan istilah heterotrof.

Contohnya seperti manusia yang bisa bertahan hidup dari padi yang diolah menjadi nasi. Padi itu sendiri jelas merupakan makhluk hidup. Dengan demikian manusia tergolong pada makhluk hidup heterotrof yang mendapat makanan dari makhluk hidup lainnya.

7. Melakukan Metabolisme

Ciri-ciri makhluk hidup selanjutnya adalah metabolisme. Metabolisme adalah proses penyusunan atau penguraian makanan menjadi zat-zat yang nantinya bisa diserap oleh tubuh. Peroses penguraian zat makanan menjadi partikel yang lebih kecil dinamakan proses katabolisme, sedangkan proses pembentukan senyawa dari partikel-partikel tersebut dinakaman proses anabolisme.

8. Mengeluarkan Zat Sisa (Ekskresi)

Pada saat proses metabolisme, ada zat-zat sisa yang dihasilkan selama proses ini.  Zat-zat sisa ini merupakan kelebihan penyerapan yang dilakukan oleh tubuh. Zat-zat ini nantinya dikeluarkan oleh tubuh dalam bentuk bermacam-macam, diantaranya berbentuk gas dan cairan.

Contoh hasil ekskresi berbentuk gas adalah kentut. Kentut ini merupakan sisa gas yang berlebihan pada proses motabolisme makanan. Contoh lain hasil ekskresi berbentuk cairan yaitu keringat. Keringat ini merupakan hasil ekskresi yang keluar lewat kulit berupa cairan garam.

9. Beradaptasi

Adaptasi adalah proses penyesuaian dengan lingkungan. Ini merupakan ciri lain dari makhluk hidup. Setiap makhluk hidup pasti melakukan adaptasi, karena ini merupakan cara makhluk hidup untuk bertahap hidup.

Dari ciri makhluk hidup diatas, tentunya dapat diketahui bahwa makhluk hidup jelas sangat beragam. Makhluk hidup tidak hanya memiliki cara yang berbeda dari cara bernafas saja, namun makhluk hidup juga memiliki cara yang berbeda dari proses berkembang biak, bergerak, menerima rangsang, tumbuh dan berkembang, hingga perbedaan dalam proses adaptasi.

Dengan demikian, untuk memudahkan dalam memahami pembelajaran mengenai makhluk hidup, makhluk hidup dikelompokkan berdasar pada persamaan dari ciri makhluk hidup itu sendiri dalam klasifikasi makhluk hidup.

Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi makhluk hidup bisa diartikan sebagai pengelompokkan makhluk hidup yang  berdasar dari tingkatan umum hingga spesifik. Berikut klasifikasi makhluk hidup dari tingkat paling tinggi hingga rendah:

  1. Kingdom (Kerjaan)
  2. Divisio (Filum)
  3. Classis (Kelas)
  4. Ordo (Bangsa)
  5. Famili (Suku/Keluarga)
  6. Genus (Marga)
  7. Spesies (Jenis)

Tujuan Kasifikasi Makhluk Hidup

  1. Membedakan satu jenis makhluk hidup dengan makhluk hidup lainnya melalui ciri-ciri setiap klasifikasi makhluk hidup.
  2. Adanya klasifikasi makhluk hidup mampu mengelompokkan setiap jenis makhluk hidup sesuai dengan spesiesnya serta persamaan ciri yang dimilikinya.
  3. Dengan klasifikasi makhluk hidup, maka dapat diketahui ketika ada hubungan antara satu makhluk hidup dengan makhluk hidup lainnya, yang berdasar pada ciri makhluk hidup.
  4. Memberikan nama pada makhluk hidup yang baru sesuai dengan cirinya.
  5. Menyederhanakan proses pembelajaran dari hasil pengelompokkan makhluk hidup.

Dari pengertian, ciri, serta klasifikasi makhluk hidup diatas, maka dengan demikian kita dapat membedakan mana yang termasuk makhluk hidup dan mana yang tidak termasuk makhluk hidup. Kita juga dapat memahami dan mengkategorikan klasifikasi makhluk hidup berdasar dari persamaan cirinya. Dengan demikian, proses pembelajaran akan makhluk hidup akan lebih mudah lagi saat dipelajari lebih spesifik.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here