Home Islami Bacaan Doa Qunut Lengkap dengan Bahasa Arab dan Latinnya

Bacaan Doa Qunut Lengkap dengan Bahasa Arab dan Latinnya

355
0
SHARE
doa qunut

Mungkin Doa Qunut sudah tidak asing lagi bagi teman-teman yang setiap shalat subuh melakukannya pada rakaat terakhir setelah bangun dari ruku’ sebelum sujud. Menurut pendapat jumhur ulama (kebanyakan para ulama), membaca doa qunut merupakan hal yang sunnah dilakukan pada shalat subuh.

Namun, dalam mazhab Imam Syafi’i, membaca doa qunut pada shalat subuh merupakan sunnah muakkadah dan apabila lupa melakukannya harus diganti dengan sujud sahwi. Karena doa Qunut selalu dikerjakan oleh Rasulullah pada saat shalat subuh sampai akhir hayatnya.

Pengertian Qunut

Banyak yang tidak tahu arti dari Qunut itu sendiri, walaupun sering melakukannya. Oleh karena itu, marilah kita sedikit belajar arti dari qunut. Kata Qunut menurut bahasa Arab artinya ta’at atau tunduk yang berasal dari kata “Qanata”.

Adapun pengertian Qunut menurut syara adalah berdiri lama dalam shalat dengan membaca doa Qunut. Lafadz Qunut juga diartikan sebagai khusuk dalam shalat sebagimana yang disebutkan dalam surat Al Baqarah ayat 238.

“Peliharah segala shalatmu dan periharalah shalat wustha. berdirilah karena Allah dalam shalatmu dengan khusyu ” (QS. Al Baqarah 2:238).

Macam-Macam Qunut

Dalam syariat Islam, Qunut terbagi menjadi 3 macam. Semuanya telah diajarkan oleh Rasulullah dan dicontohkan kapan waktu yang dianjurkan melakukan masing-masing Qunut tersebut.

1. Qunut Subuh

Qunut subuh merupakan qunut yang sudah sangat umum. Terutama di kalangan yang bermazhab fiqih Imam Syafi’i. Menurut Imam Syafi’i, doa Qunut pada shalat subuh hukumnya sunnah muakkadah dan jika ketinggalan karena lupa maka harus diganti dengan sujud sahwi.

Qunut subuh ini sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah berdasarkan hadist berikut :

Dari Anas bin Malik ra, beliau menceritakan bahwasannya Rasulullah selalu pernah melakukan Qunut Nazilah selama sebulan penuh dan kemudian meninggalkannya. Namun, tidak meninggalkan qunut pada setiap shalat subuh sampai akhir hayatnya:

“Sesungguhnya Nabi saw melakukan Qunut nazilah sebulan penuh, kemudian beliau tinggalkan Qunut Nazilah tersebut,  Adapun Qunut subuh beliau tidak meninggalkan sampai akhir hayatnya” (HR. Baihaqi dan Daruquthny)

Dari Abu Hurairah ra, beliau menceritakan :

“Adalah Nabi saw, bila bangub dari ruku’ dalam shalat subuh pada rakaat yg kedua beliau mengangkat kedua tangannya maka beliau membaca doa qunut  “Allaahummahdinii fiiman hadait wa-‘aafinii fiiman afait.  (HR. Hakim)

Dari Ibnu Abbas ra, beliau berkata :

“Sesungguhnya Nabi saw , mengajarkan do’a Qunut pada shalat subuh” (HR. Baihaqi)

Dari Anas bin Malik ra, beliau berkata :

“Nabi saw, mengangkat kedua tangannya disaat membaca Do’a Qunut subuh” (HR Baihaqi)

 

2. Qunut Nazilah

Qunut Nazilah adalah doa Qunut yang disunnahkan dibaca ketika terjadi musibah, bencana, peperangan, perang, wabah dan lainnya. Sebagaimana Rasulullah SAW pernah membacakan doa Qunut Nazilah selama sebulan ketika terjadi pembunuhan masal sahabat-sahabatnya yang merupakan penghafal Quran.
“Sesungguhnya Nabi sallallahu`alaihiwasallam telah membaca doa qunut pada waktu selain dari Subuh ketika turunnya sewaktu pembunuhan sahabat-sahabatnya penghafaz-penghafaz al-Quran.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Qunut Nazilah dibaca setiap shalat fardu 5 waktu ketika terjadi musibah atau peperangan. Adapun bacaan Qunut Nazilah tidak ditentukan bacaannya. Namun, dianjurkan untuk membaca doa Qunut sesuai dengan riwayat dan pada kondisi yang memang mengharuskan membacanya.

3. Qunut Witir

Dari Ibnu Abbas ra, beliau menerangkan bahwa Rasulullah membaca doa Qunut pada shalat subuh dan pada shalat witir:

“Nabi saw , membaca doa Qunut dalam shalat subuh dan pada shalat witir dan doa yang dibaca adalah : ” Allaahummahdinii fiiman hadait….” (HR Baihaqi)

Qunut witir biasanya dilakukan pada saat shalat witir setelah shalat tarawih pada setengah bulan terakhir bulan ramadhan. Bacaan witir

Bacaan Doa Qunut Bahasa Arab dan Terjemahnya

  اللّهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ

Ya Allah berilah aku petunjuk sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk

وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ

Dan sehatkanlah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau berikan kesihatan

وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ

Dan peliharalah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau pelihara

, وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَعْطَيْتَ

Dan berilah keberkatan bagiku pada apa-apa yang telah Engkau kurniakan

, وَقِنِيْ بِرَحْمَتِكَ شَرَّ مَا قَضَيْتَ

Dan selamatkan aku dengan rahmat-Mu dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan

, فَإِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ

Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan kena hukum

, وَإِنَّهُ لاَيَذِلُّ مَنْ وَّالَيْتَ

Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin

, وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ

Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya

, تَبَا رَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau

, فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ

Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan

, أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Ku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau

, وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ النَّبِيِّ اْلأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ

(Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya

Bacaan Doa Qunut Latin

Allaahummah dinii fii man hadaiit.
Wa’a finii fii man ‘aafaiit.
Wa tawallanii fii man tawallaiit.
Wa baariklii fii maa a’taiit.
Wa qinii birahmatika syarra maa qadzaiit.
Fa innaka taqdhii walaa yuqdhaa  ‘alaiik.
Wa innahuu laa yadzillu man waalaiit.
Wa laa ya’izzu man ‘aadaiit.
Tabaa rakta rabbana wata’alaiit.
Falakalhamdu ‘alaa maa qadzaiit.
Astaghfiruka wa’atuubu ilaiik.
Wasallallahu ‘alaa Sayyidina Muhammadinnabiyyil ummiyyi wa’alaa aalihi washahbihii Wasallam.

Perlu diingat bahwa bacaan di atas adalah bacaan doa Qunut untuk diri sendiri. Akan tetapi jika kamu menjadi imam ada beberapa bacaan yang perlu diubah yaitu dari nii menjadi naa dan lii menjadi lanaa. Perubahan bacaan ini karena untuk menyesuaikan arti tunggal menjadi jamak (aku menjadi kami).

Jika shalat berjamaah hanya imam saja yang perlu membaca doa Qunut, makmum hanya cukup menengadahkan tangan seperti saat berdoa dan tinggal mengaminkan saja.

Beberapa bacaan yang perlu diubah adalah sebagai berikut :

“Allaahummah dinii kepada  “Allaahummah dinaa
“Wa’a finii kepada “Wa’a finaa
“Watawallanii kepada “Watawallanaa
“Wa baariklii  kepada “Wa baariklanaa
“Waqinii kepada “Waqinaa

Mengganti Sujud Sahwi Ketika Lupa Qunut Subuh

Qunut yang tertinggal perlu diganti dengan sujud sahwi. Perkara ini hanya untuk Qunut shalat subuh. Jika kita lupa membaca doa Qunut pada rakaat terakhir shalat subuh dan terlanjur sujud maka disunnahkan untuk menggantinya dengan sujud sahwi.

Doa Qunut itu sunnah. Akan tetapi, termasuk sunnah muakkadah sehingga ketika kita meninggalkannya harus diganti dengan sujud sahwi.

Cara melakukan sujud sahwi

    1. Sujud sahwi dilakukan setelah selesai membaca bacaan tahiyat akhir dan sebelum salam.
    2. Sujud dilakukan dua kali seperti pada sujud pada umumnya.
    3. Pada kedua sujud ini yang dibaca adalah tasbih seperti ini:

سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُوْ 

“Subhaana man laa yanaamu walaa yashuu”

Artinya : Maha suci Allah yang tidak tidur dan tidak lupa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here