Home Islami 5 Kisah Nabi Musa : Firaun, Nabi Khidir, Mukjizat dan Lainnya

5 Kisah Nabi Musa : Firaun, Nabi Khidir, Mukjizat dan Lainnya

144
0
SHARE

Nabi Musa lahir di Mesir pada masa pemerintahan Firaun. Firaun merupakan raja dari sebuah kerajaan yang menganggap dirinya Tuhan. Sebelum kelahiran nabi, Firaun sangat berkuasa dan sangat ditakuti. Hingga atas kekuasaan Allah, melalui Nabi Musa, firaun meninggal hingga kaumnya menjadi pengikut Nabi Musa yang menyembah Allah SWT.

Mukjizat Nabi Musa

Banyak sekali mukjizat yang dialami oleh Nabi Musa semasa hidupnya. Mukjizat-mukjizat ini jelas menjadi tanda kekuasaan Allah. Adapun mukjizat yang terjadi kepada Nabi Musa, diantaranya seperti:

  1. Dari tongkatnya, Nabi Musa mampu membelah Laut Merah menjadi jalan raya ketika dikejar tentara Firaun. Nabi mampu melewati laut itu beserta bala tentaranya. Namun saat firaun dan bala tentaranya melewati laut itu, laut itu kembali seperti semula hingga firaun dan pengikutnya tenggelam.
  2. Nabi Musa mampu mengangkat Gunung Sinai
  3. Nabi Musa mampu mengirimkan kutu, belakang, darah, ketengah kaum Raja Firaun
  4. Tongkat Nabi Musa memancarkan air saat dipukulkan pada sebuah batu
  5. Tongkat Nabi Musa berubah menjadi ular besar yang menelan semua tukang sihir suruhan Raja Firaun.

Kisah Nabi Musa dan Firaun

Suatu ketika, firaun bermimpi mahkotanya hilang. Mimpi tersebut sangat membuat firaun gelisah. Rasa gelisah itulah yang kemudian membuat firaun mempertanyakan akan arti dari mimpinya pada seorang peramal. Saat menceritakan hal tersebut pada peramal suruhannya, peramal itu berkata bahwa mimpi firaun menandakan bahwa akan ada yang menggantikannya suatu saat nanti. Ia akan oleh seorang bayi laki-laki yang hadir ditengah daerah kekuasaannya. Hal ini membuat firaun semakin gelisah sehingga ia memerintahkan agar semua bayi laki-laki yang lahir dinegerinya dibunuh.

Diwaktu yang bersamaan, orang tua Nabi Musa menerima ilham dari Allah agar bayinya disembunyikan dalam peti dan dihanyutkan ke sungai Nil. Meski berat, namun orang tua nabi melakukan perintah dari Allah. Saat Nabi Musa dihanyutkan ke sungai Nil, Nabi Musa ditemukan oleh istri Firaun, Siti Asiah. Ia sangat menyayangi Nabi hingga nabi diangkat sebagai anak olehnya.

Selama dirawat oleh Siti Asiah, nabi sering menangis karena lapar. Namun Siti Asiah sangat sedih karena Nabi Musa tidak ingin menyusui oleh siapapun yang diperintahkan Asiah. Ya, rasa sayang Siti Asiah membuatnya memerintahkan setiap wanita yang menyusui untuk menyusui nabi. Namun sayangnya Nabi Musa tidak mau. Anehnya, saat istri Yukabad menyusi nabi, nabi tidak menolak. Ternyata, istri Yukabad memang ibunya nabi. Nabi Musa sendiri diangkat oleh Allah ketika dewasa untuk membebaskan kaum-Nya dari Firaun.

Kisah Nabi Musa Membelah Lautan

Nabi Musa dan pengikutnya Bani Israil dikejar oleh firaun dan kaumnya. Namun ditengah perjalanan, nabi dihadapkan dengan laut merah hingga kebingungan harus pergi kearah mana untuk menghindar dari kejaran firaun. Tapi atas kekuasaan Allah, nabi mampu membelah latan tersebut dengan tongkatnya. Laut tersebut langsung berubah menjadi jalan raya hingga nabi dan bala tentaranya mampu melewati lautan itu dengan selamat.

Sebaliknya, saat firaun dan pengikutnya melewati laut itu, laut tersebut tiba-tiba menutup dan kembali pada bentuknya seperti semula. Dengan demikian, firaun dan bala tentaranya tenggelam didalam laut tersebut.

Kisah Nabi Musa dengan Lembu Betina

Suatu ketika, nabi mengetahui bahwa terjadi sebuah pembunuhan karena harta. Namun tidak ada satupun yang mengetahui siapa yang membunuh orang tersebut. Mengetahui hal itu, Nabi Musa memerintah untuk menyembelih lembu betina. Kemudian, ekor dari lembu betina itu digunakan untuk memukul mayat yang dibunuh hingga mayat itu tiba-tiba hidup kembali. Mayat itu berkata anaknya yang membunuhnya. Setelah itu, mayat itu kembali meninggal.

Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir

Nabi Musa ingin belajar kepada Nabi Khidir yang dikaruniai ilmu yang sangat luas oleh Allah. Nabi khidir bersedia dengan syarat Nabi Musa tidak boleh mempertanyakan beberapa hal saat ia melakukan sesuatu perbuatan. Berikut kisahnya:

  1. Nabi khidir mengambil papan geladak kapal, dan melubangi kapal itu. Nabi Musa lupa akan janjinya dan bertanya mengapa Nabi Khidir melubangi kapal itu. Awalnya beliau tidak menjawab pertanyaan nabi, hingga suatu ketika beliau menjelaskan bahwa alasan melubangi kapal itu, yakni karena kapal yang dilubanginya adalah kapal milik orang miskin. Nabi khidir melubangi kapal itu, agar tidak dirampas oleh raja di negeri itu, mengingat raja tersebut suka merampas kapal milik rakyatnya.
  1. Nabi Khidir membunuh anak kecil, Nabi lupa akan janjinya dan bertanya mengapa Nabi Khidir membunuh anak kecil yang dianggapnya perbuatan dosa. Namun suatu saat, Nabi Khidir menjelaskan bahwa itu ia lakukan karena anak itu akan membuat fitnah bagi orang tuanya kelak.
  2. Nabi Khidir mengajak nabi menegakkan dinding dan memperbaiki bangunan yang roboh. Nabi kembali bertanya mengapa. Hingga suatu saat Nabi Khidir menjelaskan bahwa itu ia lakukan karena bangunan itu milik anak yatim, yang tersimpan harta pustaka didalamnya.

Kisah Nabi Musa Bertemu Allah di Bukit Shina

Setelah berguru pada Nabi Khidir, Nabi Musa melanjutkan perjalanan ke Negeri shina. Sesampainya beliau disana, setelah 40 malam, Nabi menerima kibat suci Taurat. Selama kepergian nabi, umat nabi banyak yang murtad.  Hingga suatu ketika di bukit shina, Nabi Musa Mmelihat kobaran api yang menyala. kemudian terdengar suara menggema yang mengaku bahwa Dia lah Allah SWT. Saat itulah, Nabi Musa menerima wahyu pertama di Bukit Shina dan diberikan tongkat oleh Allah SWT.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here