Home Batik Pengertian Batik Menurut Beberapa Seniman Batik

Pengertian Batik Menurut Beberapa Seniman Batik

2267
0
SHARE
Batik Tradisional Jawa
Batik Tradisional Jawa

PENGERTIAN BATIK – Batik di Indonesia merupakan suatu kesuluran teknik, tekonologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait,yang oleh UNESCO ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non Bendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak Oktober 2009.

Berdasarkan etimologi dan terminologinya, batik merupakan rangkaian kata mbat dan tik. Mbat dalam bahasa Jawa diartikan sebagai ngembat atau melempar berkali-kali, sedangkan tik berasal dari kata titik. Jadi, membatik berarti melempar titik-titik berkali-kali pada kain  (pengertian batik no. 1).

Sehingga akhirnya bentuk-bentuk titik tersebut berhimpitan menjadi bentuk garis. Menurut seni rupa, garis adalah kumpulan dari titik-titik. Selain itu, batik juga berasal dari kata mbat yang merupakan kependekan dari kata membuat, sedangkan tik adalah titik (pengertian batik no. 2).

Ada juga yang berpendapat bahwa batik berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa amba yang bermakna menulis dan tik yang bermakna titik (pengertian batik no. 3).

Batik selalu mengacu pada dua hal. Pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Teknik ini disebut wax-resist dyeing. Kedua, batik adalah kain atau busana yang menggunakan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan.

Batik menggunakan teknik tutup-celup yang sudah dikenal di berbagai belahan dunia, bahkan hampir semuanya memakai istilah “batik”.

Batik Indonesia terutama batik Jawa memiliki keunggulan pada desain dan komposisi warnanya yang sangat kaya. Karya itu sudah diwujudkan secara turun temurun sehingga menjadi tradisi masyarakat Indonesia.

Pengertian batik menurut Amir Yahya, seorang pelukis batik

Amir yahya mendefinisikan batik sebagai karya seni yang banyak memanfaatkan unsur gambar ornamen pada kain dengan proses tutup-celup, maksudnya mencoret dengan malam pada kain yang berisikan motif-motif ornamentatif.

Di masa lalu, karya seni yang ornamentatif ini dikatakan sebagai karya seni tulis karena sebagian batik dibuat mirip dengan teknik menulis atau menyungging. Oleh karenanya, istilah batik itu kurang lebih sejajar dengan seni tulis atau seni lukis atau seni sungging yang ornamentis.

Memang batik layak disebut sebagai karya tulis. Logika ini bermula pada teknik membatik dengan menggunakan canting yang dapat mengeluarkan cairan berupa malam dan dikerjakan secara teliti seperti layaknya orang menulis.

Istilah ini dapat juga bertumpu pada istilah batik dalam krama inggil (bahasa Jawa halus), yaitu nyerat (membatik). Kemudian istilah nyerat ini diterjemahkan menjadi tulis atau menulis dan lukis atau melukis. Jadi, batik adalah seni lukis, hal ini terbukti dengan ditunjukkannya kemampuan seorang pembatik melukiskan ornamen-ornamen (motif) pada batik yang penuh dengan simbol.

Batik merupakan kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama.

Kala itu, pola kerja tukang batik sangat dipengaruhi oleh siklus pertanian. Saat berlangsung masa tanam atau masa panen padi, mereka sepenuhnya bekerja di sawah. Namun, di antara masa tanam dan masa panen, mereka sepenuhnya bekerja sebagai tukang batik.

Akan tetapi seiring perkembangan zaman, pekerja batik tidak lagi didominasi para petani. Mereka berasal dari berbagai kalangan yang ingin mencari nafkah. Hidup mereka sepenuhnya tergantung pada pekerjaan membatik.

Para perempuan Jawa di masa lampau menjadikan ketrampilan membatik sebagai mata pencaharian sehingga pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan. Saat ditemukan teknik membatik dengan cap, kaum laki-laki dimungkinkan masuk di bidang ini.

Misalnya, batik pesisir memiliki garis maskulin seperti yang terlihat pada corak megamendung. Di wilayah ini, pekerjaan membatik merupakan lah yang lazim bagi kaum lelaki.

Di sisi lain, menurut Linda Kaun, kata batik paling tidak memiliki tiga arti dan konotasi. Bagi sebagian besar orang asing, batik adalah perbuatan yang aktual dan secara fisik mendekorasi kain dengan malam, kemudian mewarnai kain tersebut. Hal ini bisa dilakukan dengan cara pencelupan atau aplikasi langsung.

Kuncinya adalah malam. Kata batik juga berlaku untuk hasilproduksi, yakni kain batik yang merupakan hasil dari tindakan menggambar dengan malam dan mewarnai kain. Gambar itu pada akhirnya terpantul pada sisi belakang kain.

Pengertian batik menurut Tulus Warsito

Pelukis batik, Tulus Warsito mengungkapkan setidaknya ada dua pengertian tentang batik.

Pertama, batik merupakan teknik tutup-celup (resist technique) dalam pembentukan gambar kain, menggunakan lilin sebagai perintang dan zat pewarna bersuhu dingin sebagai bahan pewarna desain pada katun.

Kedua, batik adalah sekumpulan desain yang sering digunakan dalam pembatikan pada pengertian pertama tadi, yang kemudian berkembang menjadi ciri khas desain tersendiri walaupun desain tersebut tidak lagi dibuat di atas katun dan tidak lagi menggunakan lilin.

Istilah “batik” bisa saja berarti satu desain tradisional bernama kawung, tetapi bukan dibuat pada kainkatun melainkan teknik cetak digital pada kertas kado misalnya.

Secara lebih sederhana, kita bisa menyebut bahwa batik bisa diartikan sebagai (1) teknik (pembuatan desain pada kain), dan yang berikutnya adalah (2) sebagai desain itu sendiri. Sebagai teknik, batik memerlukan media kain katun alam, lilin, atau media lain sebagai perintang atau penghalang warna, dan zat pewarna.

Sebagai desain, di Indonesia, terutama Jawa, batik adalah merupakan motif-motif tradisional tertentu yang dipergunakan pada hiasan kain

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here