Home resep Tips Cara Membuat Roti, Pao, dan Pizza yang Benar

Tips Cara Membuat Roti, Pao, dan Pizza yang Benar

592
0
SHARE
cara membuat roti

Meski roti, pao, dan pizza sekeluarga, namun pemilihan dan penggunaan bahan agak sedikit berbeda. Begitu juga dengan teknik pembuatannya.

Karena itu, sebelum membuatnya, kami ajak Anda untuk memahami satu per satu.

1. ROTI

Pemilihan Bahan

Bahan utama pembuatan roti adalah tepung terigu protein tinggi supaya hasil roti berserat banyak. Makin banyak proteinnya, makin banyak gluten yang dihasilkan dan makin banyak pula serat yang bakal terbentuk.

Pemakaian tepung terigu protein tinggi bisa dikombinasikan dengan tepung terigu protein sedang karena tepung terigu protein tinggi memang menghasilkan tekstur yang bagus, namun kurang lembut teksturnya. Menambahkan sedikit protein sedang akan membuat roti lebih lembut teksturnya.

Bahan berikutnya yang penting adalah ragi. Tanpa ragi, roti tidak akan mengembang sempurna. Tagi harus ada pada kondisi bagus. Artinya, masih berfungsi baik. Ragi yang sudah menjelang kadaluarsa patut diwaspadai. Begitu juga dengan ragi yang sudah lama dibuka. Apalagi kalau penyimpanan tidak sempurna.

Gula juga merupakan bahan yang wajib ditambahkan di dalam adonan roti. Tanpa gula, ragi tidak bisa mengembang sempurna. Karena itu walaupun membuat roti tawar, Anda tetap harus menambahkan gula dalam pembuatan resep.

Telur ditambahkan untuk membuat roti mengembang dan bertekstur lembut. Kuning telur akan membuat warna roti kekuningan dan teksturnya empuk. Putih telur menghasilkan roti yang lebih kenyal. Selera kita akan roti, bisa menjadi panduan, pilihan telur yang digunakan.

Cairan untuk roti bisa berupa air atau susu. Umumnya orang menggunakan air, tetapi menambahkan susu bubuk sehingga rasa gurihnya lebih bisa dikontrol.

Margarin/mentega juga termasuk bahan pembuatan roti yang tidak boleh ditinggalkan. Tanpa bahan ini, roti bukan saja tidak enak hasilnya, tetapi kurang lembut teksturnya.

Garam juga sangat disarankan ditambahkan pada adonan roti. Selain berfungsi memberi rasa, garam juga berfungsi mengikat air. Itu disebabkan garam sebaiknya dimasukkan di tahapan air pengadonan supaya adonan tidak kering.

Pilih garam yang sehalus mungkin supaya cepat menyatu dengan adonan.

Pengadonan

Pencampuran bahan sebaiknya dimulai daripencampuran bahan kering, kecuali garam. Tambahkan air dan telur sedikit demi sedikit agar tercampur rata. Jangan memasukkan margarin atau mentega ke dalam adonan sebelum seluruh adonan tercampur rata.

Setelah margarin/mentega dan garam dimasukkan. uleni adonan sampai elastis betul. Jangan berhenti menguleni sebelum adonan menjadi elastis.

Fermentasi

Fermentasi dimulai ketika adonan sudah elastis. Biarkan adonan dalam keadaan tertutup di suhu yang hangat supaya mengembang sempurna. Waktu bisa jadi panduan lamanya fermentasi, tetapi bukan satu-satunya. Setelah waktu yang ditentukan berlalu, coba kuakkan permukaan adonan.

Adonan yang sudah cukup fermentasinya, akan terlihat berserat-serat. Bila belum, fermentasi boleh ditambah karena temperatur ruang ikut mempengaruhi lamanya fermentasi. Bila suhu kurang hangat, waktu fermentasi memang harus ditambah.

Pengempisan Adonan

Adonan lyang sudah mengembang harus kembali dikempiskan untuk membuang semua udara agar pori-pori roti halus dan tidak besar-besar. Simak-baik-baik cara pembuatan yang akan dikemukakan dalam resep.

Waktu fermentasi biasanya dilakukan berkali-kali dalam kurun waktu yang berbeda dan setiap kali habis dikembangkan, roti harus dikempiskan dahulu.

Karena itu suhu harus pas supaya roti matang dalam waktu relatif sebentar.

Mengisi Roti

Yang terpenting pada pengisian roti adalah, adonan tidak berair atau berminyak, tetapi kering sehingga roti bisa terbungkus rapat. Perbaiki lagi bentuk roti saat akan dioven.

Pengovenan

Pengovenan termasuk penting dalam pembuatan roti. Roti yang terlalu lama dioven, bisa menjadi kering dan keras.

2. BAKPAO

cara membuat bakpao

Pembuatan bakpao menggunakan terigu protein rendah yang kadar proteinnya 11 persen supaya pao hasilnya lentur, empuk, dan putih warnanya.

Masih bicara soal warna, pembuatan pao tidak menggunakan kuning telur. Bahkan dalam beberapa resep sama sekali tidak menggunakan telur sama sekali.

Agar warna pao juga lebih putih, pembuatan pao tidak menggunakan minyak atau margarin, tetapi mentega putih yang tanpa warna. Seperti pada pembuatan roti, dalam pembuatan pao pun, garam dan mentega putih dimasukkan setelah adonan rata.

Pengulenan juga harus dilakukan sampai elastis betul. Untuk pengetesan, ambil sejumput adonan. Tarik melebar perlahan. Bila tidak sobek, adonan sudah elastis.

Kurun waktu fermentasi pada pao berbeda dengan pembuatan roti. Perhatikan dengan baik. Selama proses fermentasi, adonan harus ditutup rapat agar tidak kering dan cairannya menguap.

Proses Pembuatan Roti Kukus

Proses pembuatan bakpao sama dengan pembuatan roti yang dioven. Tetapi perlu diperhatikan hal berikut:

Pengulenan harus segera dihentikan jika adonan sudah elastis karena itu begitu terasa ringan, adonan haris diperiksa ke-elastisannya. Terutama jika memakai tepung tangmien. Pengulenan yang kelamaan langsung membuat pao kurang sepurna tampilannya.

Proses Mengukus

Mengukus roti kukus haru dilakukan di atas api sedang.

Lama pengukusan tergantung ukuran roti kukus. Makin kecil, tentu makin sebentar. Pengukusan 10 menit saja untuk ukuran sedang. Terlalu besar api akan mengakibatkan roti keriput setelah jadi. Kelamaan pengukusan juga mengakibatkan hal yang sama. Keriputnya pao juga bisa disebabkan oleh pengulenan yang terlalu lama.

Roti kukus yang sudah dingin sebaiknya langsung disimpan di dalam kantung plastik atau wadah kedap udara agar kelembutannya bertahan.

Roti kukus yang sudah dingin, bisa dipanaskan kembali untuk mendapatkan tekstur yang empuk.

3. PIZZA

cara membuat pizza yang lezat

Pizza adalah roti pipih yang diberi bermacam toping. Sebelum dikasih toping, pizza biasanya dioles saus, umumnya saus tomat yang dibuat sendiri. Toping bisa beragam dari daging, ayam, atau seafood. Bahkan sekarang juga dibuat toping yang manis dari buah-buahan atau cokelat.

Yang Penting Pada Pembuatan Pizza

Bahan pizza relatif sama dengan roti, yaitu tepung terigu protein tinggi supaya hasil roti berserat banyak. Satu bahan yang agak berbeda adalah margarin/mentega. Pada pembuatan roti, digunakan mentega/margarin, sementara pada pembuatan pizza digunakan minyak.

Karena menggunakan minyak, maka pengadonan harus berhati-hati. Jangan menguleni adonan terlalu lama kalau sudah masuk minyak. Perhatikan juga waktu yang tepat saat memasukkan minyak.

Adonan harus sudah 34 elastis. Artinya, sudah lewat kalis, tetapi belum elastis. Bila adonan diambil sejumput dan dibentangkan, adonan masih sobek.

Setelah minyak masuk, adonan cukup diaduk sampai rata saja. Pengadukan yang terlalu lama, membuat adonan jadi pecah.

Pembentukan pizza harus lebih tebal bagian pinggir. Dengan begitu toping bisa dilakukan agak banyak.

Umumnya pizza ditutup keju mozzarella. Keju ini akan elastiz jika ditarik selagi panas sehingga menimbulkan kesan menggiurkan. Tetapi keju jenis ini kurang terasa kejunya. Karena itu boleh dikombinasi dengan keju parmesan atau cheddar.